4.1 Perhitungan Koefisien Jalur Berdasarkan pengujian asumsi klasik

4.1        
Perhitungan
Koefisien Jalur

Berdasarkan
pengujian asumsi klasik yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa variabel
kebijakan deviden, profitabilitas, struktur modal, dan nilai perusahaan yang
merupakan variabel penelitian memenuhi syarat asumsi klasik, sehingga
penelitian dapat dilanjutkan dengan melakukan analisis jalur (Path). Pada tahap perhitungan koefisien
jalur menggunakan analisis regresi untuk menghitung koefisien jalur model I.a
dan koefisien jalur model I.b. Analisis regresi yang digunakan bertujuan untuk
menjelaskan pengaruh langsung yang diberikan oleh variabel bebas terhadap
variabel terikat. Pengaruh kebijakan
deviden dan profitabilitas terhadap struktur modal.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Tabel 4.3

Hasil Pengujian Persamaan Model I.a

Pengaruh

Koefisien

Critical Ratio

Signifikansi

Keterangan

DPR ? DER

0.206

2.010

0.044

Signifikan

ROE ? DER

0.472

4.611

0.000

Signifikan

Sumber: Data Penelitian
Diolah (2017)

Berdasarkan
hasil perhitungan regresi linier pada model I.a diperoleh persamaan regresi
linier berganda untuk persamaan I.a sebagai berikut:

Z = 0.206X1 + 0.472X2 + ?

Model
regresi pada persamaan model Ia, dapat dijelaskan sebagai berikut:

?1 = 0.206

Hasil
pengujian persaman I.a variabel kebijakan deviden (DER) didapatkan nilai
koefisien sebesar 0.206 dengan tanda positif. Tanda positif yang didapatkan
dari hasil pengujian variabel kebijakan deviden pada persamaan I.a mengandung
arti bahwa setiap kenaikan kebijkan deviden sebesar satu satuan maka struktur
modal akan mengalami peningkatan sebesar 0.206 dengan asumsi bahwa variabel
bebas yang terdapat dalam pengujian memiliki nilai yang tetap.

?2 = 0.472

Hasil
pengujian persaman I.a variabel profitabilitas (ROE) didapatkan nilai koefisien
sebesar 0.472 dengan tanda positif. Tanda positif yang didapatkan dari hasil
pengujian variabel profitabilitas pada persamaan I.a mengandung arti bahwa setiap
kenaikan profitabilitas sebesar satu satuan maka struktur modal akan mengalami
peningkatan sebesar 0.472 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang terdapat
dalam pengujian memiliki nilai yang tetap.

Hasil
pengujian secara simultan pada model regresi dapat dilihat dengan besarnya
nilai

 atau R
Square yaitu sebesar 0.525% atau sebesar 52%. Nilai R square sebesar 52%
dapat diartikan bahwa informasi yang terdapat dalam data menunjukkan konstribusi
pengaruh variabel kebijakan deviden dan variabel profitabilitas (ROE) terhadap
variabel struktur modal (DER) sementara sisanya 48% merupakan konstribusi dari
variabel-variabel yang lain dan error yang tidak digunakan didalam penelitian
ini. Sementara hasil perhitungan regresi model I.a menunjukkan nilai R sebesar
0.724. Nilai R sebesar 0.724 menunjukkan keterikatan hubungan antara variabel
profitabilitas dan kebijakan deviden terhadap struktur modal.

Pengujian
secara parsial didalam model regresi menunjukkan informasi keseluruhan variabel
bebas terhadap variabel terikat yang memiliki tingkat signifikansi dibawah
0,05. Sehingga, hal ini dapat simpulkan bahwa keseluruhan variabel bebas
berpengaruh terhadap variabel terikat, baik secara parsial maupun secara simultan.

4.1.1  
Pengaruh
kebijakan deviden, profitabiltas dan struktur modal terhadap nilai perusahaan.

Tabel 4.4

Hasil
Pengujian Persamaan model I.b

Pengaruh

Koefisien

Critical Ratio

Signifikansi

Keterangan

DPR ? PBV

0.313

3.017

0.003

Signifikan

ROE ? PBV

0.222

1.980

0.048

Signifikan

DER ? PBV

0.202

2.021

0.043

Signifikan

 Sumber:
Data Penelitian Diolah (2017)        

Berdasarkan hasil perhitungan regresi
linier pada model I.b diperoleh persamaan regresi linier berganda untuk
persamaan I.b sebagai berikut:

Y
= 0.313X1 + 0.222X2 + 0.202Z + ?

Model
regresi pada persamaan model I.b dapat dijelaskan sebagai berikut:

?1 = 0.313

Hasil
pengujian persaman I.b variabel kebijakan deviden (DPR) didapatkan nilai
koefisien sebesar 0.313 dengan tanda positif. Tanda positif yang didapatkan
dari hasil pengujian variabel kebijakan deviden pada persamaan I.b mengandung
arti bahwa setiap Peningkatan kebijakan deviden sebesar satu satuan maka nilai
perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar 0.313 dengan asumsi bahwa
variabel bebas yang terdapat dalam pengujian memiliki nilai yang tetap.

?2 = 0.222

Hasil
pengujian persaman I.b variabel profitabilitas (ROE) didapatkan nilai koefisien
sebesar 0.222 dengan tanda positif. Tanda positif yang didapatkan dari hasil
pengujian variabel profitabilitas pada persamaan I.b mengandung arti bahwa
setiap kenaikan sebesar satu satuan maka nilai perusahaan akan mengalami
peningkatan sebesar 0.222 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang terdapat
dalam pengujian memiliki nilai yang tetap.

?3 = 0.202

Hasil
pengujian persaman I.b variabel Struktur modal (DER) didapatkan nilai koefisien
sebesar 0.202 dengan tanda positif. Tanda positif yang didapatkan dari hasil
pengujian variabel struktur modal pada persamaan I.b mengandung arti bahwa
setiap kenaikan sebesar satu satuan maka nilai perusahaan akan mengalami
peningkatan sebesar 0.202 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang terdapat
dalam pengujian memiliki nilai yang tetap.

Hasil
pengujian secara simultan pada model regresi dapat dilihat dengan besarnya nilai

 atau R
Square yaitu sebesar 0.572% atau sebesar 57%. Nilai R square sebesar 57%
dapat diartikan bahwa informasi yang terdapat dalam data menunjukkan
konstrubusi pengaruh variabel kebijakan deviden (DPR), profitabilitas (ROE),
dan variabel struktur modal (DER) terhadap variabel nilai peerusahaan.
Sementara sisanya 43% merupakan konstribusi dari variabel-variabel yang lain
dan error yang tidak digunakan didalam penelitian ini. Sementara hasil
perhitungan regresi model I menunjukkan nilai R sebesar 0.756. Nilai R sebesar
0.756 menunjukkan keterikatan hubungan antara variabel profitabilitas,
kebijakan deviden, dan struktur modal terhadap nilai perusahaan.

Pengujian
secara parsial didalam model regresi menunjukkan informasi keseluruhan variabel
bebas terhadap variabel terikat yang memiliki tingkat signifikansi dibawah
0,05. Sehingga, hal ini dapat simpulkan bahwa keseluruhan variabel bebas
berpengaruh terhadap variabel terikat, baik secara parsial maupun secara
simultan.

x

Hi!
I'm Mack!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out