KONTRA saya kebijakan tersebut kuranglah efektif untuk mengurangi

KONTRA PENERAPAN KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR

 

I.         
PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1 
Latar Belakang

Plastik merupakan
bahan yang sering kita temukan di sekitar kita. Tidak ada orang di dunia yang
tidak pernah menggunakan plastik maupun benda yang berbahan
plastik dalam kehidupannya. Asal mula plastik berawal dari
“Bakelit” yang ditemukan oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland pada
tahun 1907. Penemuan tersebut disempurnakan pada tahun 1933 oleh ahli kimia
organik E.W. Fawcett dan R.O. Gibson menjadikan plastik lebih kuat bernama “Polyethylene”.

Plastik sangat sering
digunakan sebagai pembungkus makanan, botol minum, tas belanja, dan juga penampung
sampah sementara. Karena hal tersebut pemerintah Indonesia membuat peraturan
yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik. Peraturan tersebut
menimbulkan pro-kontra dikalangan masyarakat. Hal tersebut  disebabkan terdapat masyarakat yang berpikir
peraturan plastik berbayar tidaklah efektif 
mengurangi penggunaan plastik, dan terdapat juga yang setuju kebijakan
tersebut dapat mengurangi penggunaan plastik.

Kali ini saya akan
membahas seputar pro dan kontra dan
pendapat saya tentang penerapan kebijakan kantong plastik berbayar di Indonesia. Pembahasan
artikel ini dimulai dari landasan hukum yang mengatur kebijakan kantong plastik berbayar, berbagai penilaian masyarakat terhadap Peraturan Kementerian
Lingkungan Hidup, dan pendapat saya sebagai mahasiswa tingkat 1 program studi
teknik lingkungan.

1.2 
Tujuan

1.     
Menanggapi permasalahan lingkungan di Indonesia;

2.     
Memberikan pendapat terhadap
kebijakan KLHK dari
sudut pandang mahasiswa teknik lingkungan;

3.     
Mengetahui
konsep dari penerapan kebijakan KLHK;

4.     
Memberikan solusi terhadap penerapan kantong plastik berbayar.

 

1.3 
Pertanyaan

1.     
Apa landasan hukum dari penerapan kebijakan kantong plastik berbayar?;

2.     
Apa saja tanggapan masyarakat terhadap kebijakan kantong plastik berbayar?;

3.     
Bagaimana
pendapat dari sudut pandang seorang mahasiswa teknik lingkungan?

 

II.       ISI

Kantong plastik berbayar
merupakan salah satu kebijakan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kebijakan tersebut di sebarkan melalui surat edaran KLHK Nomor:
S.1230/PSLB3-PS/2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik
Berbayar. Tertulis harga minimal dari kantong plastik sekali pakai seharga Rp
200,00. Kebijakan tersebut menimbulkan berbagai pendapat dari masyarakat. Sebagian
masyarakat mengatakan bahwa harga tersebut terlalu murah sehingga kantong
plastik tidak terlalu membebani kalangan masyarakat tertentu. Hal tersebut
menjadikan memakai kantong plastik tidaklah menyulitkan mereka dan merekapun
terus memakai kantong plastik. Selain itu, terdapat kalangan masyarakat yang
juga setuju akan kebijakan tersebut. salah satu masyarakat dalam artikelnya
mengatakan bahwa “Walaupun menimbulkan pro-kontra tujuan utama pemerintah tetap
untuk mengurangi penggunaan plastik, dan itu baik” ( Safendrri Ragamustari,
Mengubah Perilaku Konsumsi melalui Kantong Plastik Berbayar edited, 2016).

Sebagai mahasiswa teknik
lingkungan saya merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap
kebijakan-kebijakan yang dapat memengaruhi lingkungan. Menurut saya kebijakan
tersebut kuranglah efektif untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Hal itu
dikarenakan oleh kurangnya sosialisasi yang berkelanjutan dan harga kantong
plastik yang terlalu murah. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk
mengurangi sampah plastik. Terdapat berbagai solusi yang mungkin lebih efektif dari
kebijakan tersebut. Di sebagian daerah Indonesia sudah banyak melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), alangkah
baiknya untuk melanjutkan dan memperbesar pengolahan 3R tersebut. hal tersebut
dapat lebih efektif untuk mengurangi sampah plastik. Namun solusi ini juga
memiliki kekurangan, seperti manusia tidak mengerti berharganya plastik dan
juga manusia sering mengabaikan keberadaan dan efek dari sampah plastik padalah
mereka selalu memakainya.  

 

III.    PENUTUP

3.1 
Simpulan

Saya memilih untuk kontra dari penerapan plastik
berbayar ini karena kebijakan tersebut kurang efektif untuk mengurangi
pemakaian plastik. Hal tersebut dikarenakan harga yang terlalu murah sehingga
sebagian masyarakat tidak merasa keberatan membayar kantong plastik. 

 

3.2 
Saran

Saya harap KLHK dapat
membuat pembaharuan terhadap kebijakannya tersebut agar masyarakat lebih peduli
terhadap lingkungan yang dimulai dari pengurangan pemakaian kantong plastik.

 

3.3 
Solusi

Pastinya tujuan dari
pengurangan kantong plastik adalah untuk mengurangi menumpuknya sampah plastik
yang sulit terurai. Maka dari itu, solusi dari permasalahan ini mungkin bisa
dimulai dari melakukan 3R (Reduce, Reuse,
Recycle). Selain itu juga dapat dilakukan oleh tokoh-tokoh kreatif dengan
membuat suatu produk keranjang belanja yang dapat menggantikan keberadaan
kantong plastik dengan desain yang menarik, ergonomis dan multifungsi. Sehingga
barang tersebut dapat menarik minat masyarakat serta mengurangi penggunaan
kantong belanja plastik

x

Hi!
I'm Mack!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out