PENGUSAHA usaha besar. Hanya orang-orang yang tak bisa

PENGUSAHA DAN GAYA
KEPEMIMPINAN
(ENTREPRENEURS AND LEADERSHIP)

Nabila Tastaftiani
Fakultas Ilmu Sosisl Dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia
Email: [email protected]

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Abstact

Wirausaha yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil, baik yang
memimpin beberapa atau berates-ratus karyawan. Dari hakikat pekerjaannya mereka
adalah pemimpin, karena mereka harus mencari peluang-peluang; memulai
proyek-proyek mengumpulkan sumber-daya manusiawi dan finansial yang diperlukan
untuk melaksanakan proyek, menentukan tujuan-tujuan untuk mereka sendiri dan
orang lain; dan memimpin serta membingbing orang lain untuk mencapai tujuan.

Kepemimpinan, bagi seorang
kewirausahan, adalah modal yang sama pentingnya dengan kepercayaan dan
kreativitas. Kreativitas yang tinggi membuat anda inovatif dan adaptif, kaya
dengan pembaharuan dan tidak mudah dihambat oleh kejadian-kejadian dari luar.
Kepemimpinan menggabungkan kreativitas dan kepercayaan menjadi sebuah usaha
yang efiktif, yang berpengaruh luas dan hidup. Sebelum usaha yang dibangun tanpa
kepemimpinan yang kuat hanya akan menjadi usaha kecil yang stagnant (tidak
berkembang). Anda hanya mampu memimpin sedikit orang dari usaha kecil dan tidak
ada pertumbuhan usaha. Tanpa kepemimpinan, tidak ada orang hebat yang bekerja
pada anda karyawan anda tidak betah bekerja sama dengan anda, dan pengetahuan
atau pengalaman yang sudah anda tanam, hilang bersama kepindahan mereka. Tanpa
kepemimpinan, tidak ada visi besar yang dapat dibangun menjadi sebuah usaha
besar. Hanya orang-orang yang tak bisa ke mana-mana yang bertahan bekerja pada
Anda.

 

Kata kunci/Word : Kewirausahaan, Pengusaha Dan
Kepemimpinan

 

 

1.       LATAR BELAKANG

Kepemimpinan,
bagi seorang kewirausahan, adalah modal yang sama pentingnya dengan kepercayaan
dan kreativitas. Kreativitas yang tinggi membuat anda inovatif dan adaptif,
kaya dengan pembaharuan dan tidak mudah dihambat oleh kejadian-kejadian dari
luar. Kepemimpinan menggabungkan kreativitas dan kepercayaan menjadi sebuah
usaha yang efiktif, yang berpengaruh luas dan hidup.

Sebelum usaha yang dibangun tanpa
kepemimpinan yang kuat hanya akan menjadi usaha kecil yang stagnant (tidak
berkembang). Anda hanya mampu memimpin sedikit orang dari usaha kecil dan tidak
ada pertumbuhan usaha. Tanpa kepemimpinan, tidak ada orang hebat yang bekerja
pada anda karyawan anda tidak betah bekerja sama dengan anda, dan pengetahuan
atau pengalaman yang sudah anda tanam, hilang bersama kepindahan mereka. Tanpa
kepemimpinan, tidak ada visi besar yang dapat dibangun menjadi sebuah usaha
besar. Hanya orang-orang yang tak bisa ke mana-mana yang bertahan bekerja pada
Anda.

Sebaliknya, kepemimpinanlah yang
akan membentuk usaha Anda menjadi besar dan banyak orang yang mau bekerja
dengan Anda. Kepemimpinan dibentuk bertahap, sejalan dengan tumbuhnya usaha.
Dari kombinasi pengetahuan, pengalaman, keterampilan, cara mengarahkan, dan
penerimaan.

Dalam
suatu organisasi, kepemimpinan merupakan salah satu faktor utama yang mendukung
kesuksesan organisasi dalam mencapai tujuan. Banyak ahli yang mencoba untuk
mendefinisikan kepemimpinan. Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi dan
mengarahkan orang dengan cara kepatuhan, kepercayaan, hormat, dan kerja sama
yang bersemangat dalam mencapai tujuan bersama (Timpe, 2002:181). Hughesc dalam
Ria  (2009:11) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan fenomena kompleks
yang melibatkan tiga hal utama yakni pemimpin, pengikut, dan situasi. Fenomena
mengenai kepemimpinan ini diyakini memiliki pengaruh terhadap produktifitas dan
kohefisitas kelompok (Bass dalam Ria, 2009:11).

Keberhasilan
atau efektifitas kepemimpinan tidak sajalah diukur bagaimana memberdayakan
bawahannya tapi uga kemampuannya menjalankan atau melaksanakan kebijakan
perusahaan melalui cara atau gaya kepemimpinannya. Pola atau gaya kepemimpinan
sangat tergantung pada karakteristik individu pemimpin menghadapi bawahan
berdasarkan fungsinya sebagai atasan.

Tidak
ada gaya kepemimpinan yang paling baik, karena gaya kepemimpinan haruslah
fleksibel dan harus disesuaikan dengan perilaku, sistem nilai yang dianut bawahan,
situasi lingkungan, kematangan dan situasi bawahan. Seorang pemimpin yang
berhasil dan efektif bila dapat melakukan gaya kepemimpinan yang tepat pada
situasi yang tepat. Terdapat kriteria perilaku kepemimpinan yang dapat
menentukan gaya kepemimpinan pengusaha adalah: (1) gaya kepemimpinan diktator,
(2) gaya kepemimpinan partisipasi, (3) gaya kepemimpinan delegasi, (4) gaya
kepemimpinan konsiderasi.

 

1.1  
RUMUSAN
MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah
diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut ini : 1.
Bagaimana prilaku pemimpin dalam orientasi tugas maupun gaya kepemimpinannya 2.
Bagaimana memimpin yang baik agar memotivasi orang lain/ karyawan 3. Bagaimana
cara meningkatkan moral kerja karyawan

 

1.2  
MANFAAT

Manfaat yang diharapkan oleh penulis dari Karya Ilmiah
Ini adalah sebagai berikut :

·        
Karya Ilmiah diharapkan dapat berguna bagi para
pengembang atau para pengusaha serta khususnya menambah wawasan bagi yang
membaca.

·        
Karya ilmiah ini diharapakan membantu para pemimpin
usaha guna membatu tercapainya tujuan-tujuan usaha dengan baik dengan
meningkatkan motivasi dan moral karyawan.

 

METODE
Untuk mendukung karya ilmiah ini makan diperlukan
untuk mengemukakan hal-hal atau teori yang berkaitan dengan masalah dan ruang
lingkup.dan permasalahan sebagai landasan dalam pembuatan darya ilmiah ini. dan
ruang lingkup.dan permasalahan sebagai landasan dalam pembuatan darya ilmiah
ini.

yang
berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan
dalam pembuatan karya ilmiah ini.

2.1  Konsep Dasar

Mendefinisikan
bahwa pengusaha Eddy Soeryanto Soegoto (2009: 03) mendefinisikan bahwa
perusahaan adalah orang yang dapat dikategorikan sebagai wisatawan. Wirausaha
(teori ekonomi modern). Apa bila usahanya stagnan atau tidak berkembang maka
pengusaha tersebut sisebut sebagai wirausaha.

2.2   Konsep Dasar Technopreneurship
2.2.1
Definisi Technopreneurship

       Menurut
beliau Eddy Soeryanto Soegoto (2009:13) menggambarkan sebagaimana bahwa
Technopreneurship (technology entrepreneurship), merupakan bagian dari hal entrepreneurship yang menekankan pada faktor
teknologi, yakni kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses
bisnisnya. Perkembangan bisnis dalam bidang teknologi sebagian besar dihasilkan
dari sinergi antara pemilik ide kreatif (technopreneur), yang umumnya
berafiliasi dengan berbagai pusat riset (seperti perguruan tinggi), dengan
penyedia modal yang akan digunakan dalam berbisnis.

2.3  
Konsep Dasar Gaya Kepemimpinan
2.3.1 Gaya Kepemimpinan Diktator

Pada kepemimpinan diktator atau otokratis, pemimpin membuat
keputusan sendiri karena kekuasaan terpusatkan dalam diri satu orang. Pemimpin
tersebut memikul tanggung jawab dan wewenang penuh. Pengawasan bersifat ketat,
langsung dan tepat. Keputusan dipaksakan dengan menggunakan imbalan dan
kekhawatiran akan dihukum. Jika ada, maka komunikasi bersifat turun kebawah.
Bila wewenang dari pemimpin diktator bisa menjadi otokrat kebapak-bapakan.

2.3.2 Gaya
Kepemimpinan Partisipasi

Dari segi Pola kepemimpinan partisipasi adalah pola kepemimpinan yang dimana atasan memotivasi bawahan untuk
berperan serta dalam organisasi terutama dalam pengambilan keputusan sehingga
akan mendatangkan gairah bagi para bawahan. Pada kepemimpinan ini pendelegasian
wewenang sangat diutamakan, sedangkan komunikiasi berjalan baik untuk mencari
solusi dalam setiap permaslahan yang ada. Pada kepemimpinan partisipasi,
pemimpin cenderung memberikan perhatian kepada bawahan dan pekerjaan sehingga
komunikasi berjalan berbagai arah (situasional dan diagonal). Kepemimpinan
partisipasi ini tidak efektif bila bawahan tidak menunjang keberhasilan
perusahaan karena bawahan tidak matang. Davis (1997) dalam Dalimunthe (2002:
80) menyatakan partisipasi adalah keterlibatan dan emosional dari orang-orang
dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan sumbangan pada
tujuan kelompok dan ikut serta bertanggungjawab.

2.3.3 Gaya Kepemimpinan Delegasi
       Dimana
Mendelegsaikan adalah memberi tanggung jawab sepenuhnya kepada bawahan
untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan meminta pertanggungan jawab dari
pelaksanaan pekerjaan. Seorang pemimpin berhak mendelegasikan wewenang kepada
bawahannya untuk mengambil keputusan, pemimpin menyerahkan tanggung jawab atas
pelaksanaan tugas dan penyelesaian pekerjaan. Pimpinan tidak akan membuat
peraturan-peraturan tentang pelaksanaan pekerjaan tersebut, dan hanya melakukan
sedikit kontak dengan bawahan.

2.3.4         
Gaya Kepemimpinan Konsiderasi

Ini dimana Konsiderasi yang diberikan oleh pimpinan
merupakan faktor yang penting dalam mencapai tujuan organisasi. Sangat penting
dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kemampuan memberikan perhatian pada
bawahan, agar menghasilkan kerja yang optimal. Konsiderasi yang diberikan
merupakan motivasi kepada para bawahan untuk lebih giat bekerja sehingga
prestasi kerjanya akan lebih baik. Para bawahan yang satu dengan yang lainnya
memiliki perbedaan, perbedaan ini seringkali didasarkan oleh tujuan dan
kebutuhan masing-masing yang berbeda dari bawahan.

2.4       Konsep Dasar Bisnis
2.4.1
Peluang
Bisnis
       Menurut beliau Eddy Soeryanto Soegoto (2009:50),
menyebutkan bahwa titik dari fokus dalam Entrepreneurship adalah apakah seseorang melihat adanya peluang bisnis di sekitarnya atau
tidak. Peluang bisnis merupakan situasi yang memungkinkan terciptanya
kerangka  berfikir baru dalam rangka
mengkreasi dan mengkombinasikan
sumber daya untuk menghasilkan profit. Peluang bisnis merupakan kesempatan bagi
seseorang untuk membuka usaha sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan, atau pengalaman yang dimiliki.
Faktor-faktor peluang bisnis :

Menurut beliau Eddy
Soeryanto Soegoto (2009: 50) 1. Perubahan Teknologi Perubahan
teknologi merupakan peluang usaha karena memungkinkan orang untuk
mengalokasikan sumber daya dengan cara yang berbeda dan lebih potensial.
Berbagai provider, warnet, industri computer telah menjadi lahan usaha baru
dengan adanya perubahan teknologi dari konvensional ke Internet.2. Perubahan Politik kebijakan
Perubahan politik dari orba ke reformasi dan perubahan kebijakan dari pusat ke
Otonomi Daerah merupakan sumber peluang usaha baru. 3. Perubahan Demografi Struktur demografi juga
membuka peluang usaha. Demografi Yogyakarta sebagai kota pelajar dan budaya,
juga dikenal sebagai daerah tujuan bagi pensiunan. Hal ini membawa dampak bagi
jenis usaha yang dikembangkan di kota Yogyakarta.
3. Institusi Pendidikan

Institusi pendidikan sebagai pusat penelitian adalah sumber peluang
usaha dengan memanfaatkan hasil-hasil penelitian. Zucker dkk (1998) menemukan
bahwa jumlah ilmuan dan universitas dalam bioteknologi dan hak paten yang
dihasilkan. 4. Akses Informasi Informasi memungkinkan seseorang memperoleh
peluang membuka usaha dibandingkan orang lain yang tidak mengetahui.  Beberapa orang mampu mengenali peluang lebih baik karena mereka
memiliki informasi lebih dibandingkan orang lain. (Hayek,1945;kirzner,1973).

 

3            
HASIL DAN
PEMBAHASAN

Mengembangkan Sifat Pemimpin sifat-sifat kepemimpinan harus dikembangkan
sendiri karena sifat-sifat ini berbeda-beda pada setiap orang. Kesadaran bahwa
anda sendiri yang menentukan kadar kemampuan kepemimpinan  akan membantu dalam upaya melakukan
perbaikan-perbaikan. Tidak ad acara terbaik untuk menjadi pemimpin. Para
wirausaha adalah individu-individu yang telah mengembangkan gaya kepemimpinan
mereka sendiri. Kepribadian akan ikut mempengaruhi prilaku kepemimpinan.
Pekerjaan anda sekarang harus dapat memberikan sejumlah peluang untuk
mempraktekaan kepemimpinan. Situasi untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan
anda dapat ditemui dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari dan dalam pergaulan
dengan karyawan.

Sebagai seorang pemimpin bertanggung jawab untuk
mengembangkan staf. Di dalam organisasi, cobalah menggunakan staf dengan cara
yang paling efektif. Karena karyawan merupakan harta yang paling penting dalam
organisasi, harus dapat diputuskan bagaimana meningkatkan prestasi setiap
orang. Setelah melakukan itu kita dapat merangcang peluang-peluang bagi mereka
untuk mengebangkan dan meningkatkan kemampuan individual mereka. Kitapun harus
menilai pengalaman-pengalaman mereka untuk mengukur keberhasilan karyawan. Semakin
kita berkualitas sebagai seorang pemimpin, semakin besarlah ketergantungan kita
pada staf untuk memikul tanggung jawab akan mengembangkan rasa percaya dan
keyakinan yang diperlukan staf untuk mencapai potensi karyawan terwujud, maka
potensi sebagai pemimpinpun juga tercapai.

Suatu
pedoman bagi kepemimpinan yang baik ialah “perlakukanlah orang-orang lain
sebagaimana anda ingin diperlakukan”. Berusahalah memandang suatu keadaan dari
sudut pandangan orang lain akan ikut mengembangkan sebuah sikap teposliro.
Untuk menentukan kualitas-kualitas kepemimpinan anda, sebagai seorang
wirausaha.

3.3      
PRILAKU PEMIMPIN

  

3.1.1 Orientasi Tugas

Seorang pemimpin dengan orientasi demikian cenderung
menunjukan pola-pola perilaku berikut;

·        
Merumuskan secara jelas peranannya sendiri maupun
peranan stafnya.

·        
Menetapkan tujuan-tujuan yang sukar tetapi dapat
dicapai, dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari mereka.

·        
Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan
menuju tujuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu, yakni tujuan-tujuan
yang dirumuskan secara jelas dan khas.

·        
Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam
merencanakan, mengarah, membingbing, dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang
berorientasi pada tujuan.

·        
Berminat mencapai peningkatan produktivitas.

Pemimpin yang kadar orientasi tugasnya rendah
cenderung menjadi tidak aktif dalam mengarahkan perilaku yang berorientasi
tujuan, seperti para karyawan lain dan tidak membedakan peranan mereka sebagai
pemimpin organisasi secara jelas.

3.1.2 Orientasi Orang

       Orang-orang yang kuat dalam orientasi
orang cenderung menunjukan pola-pola perilaku berikut:

·        
Menunjukan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan
dan orientasi dan menghilangkan ketegaan jika timbul.

·        
Menunjukan perhatian pada orang sebagai manusia dan
bukan sebagai alat produksi saja.

·        
Menunjukan perhatian dan rasa hormat pada kebutuhan-kebutuhan,
tujuan-tujuan, keinginan-keinginan, perasaan dan ide-ide karyawan.

·        
Mendirikan komunikasi timbal balik yang baik dengan
staf.

·        
Menerapkan prinsip penekanan-ulang untuk meningkatkan
prestasi karyawan.

·        
Mendelegasi kekuasaan dan tanggung jawab, serta
mendorong inisiatif.

·        
Menciptakan suatu suasana kerjasama dan gugus kerja
dalam organisasi.

Pemimpin yang orientasi-orangnya rendah cenderung
bersikap dingin dalam hubungan dengan karyawan mereka, memusatkan perhatian
pada perhatian pada presentasi individu dan persaingan ketimbang kerjasama,
serta tidak mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab. Orang-orang yang
orientasi-orangnya tinggi belum tentu merupakan orang-orang yang ramah dan
social: melainkan mereka dapat menangani berbagai macam orang dengan efektif.

            3.2 PERILAKU PEMIMPIN

3.2.1 Memimpin Orang Lain
       Adalah suatu aspek penting
dari seseorang pemimpin adalah kemampuan untuk mencapai hasil melalui kerjasama
dengan orang lain. Seorang pemimpin harus mampu meninjau situasi melalui sudut
pandang orang yang dipimpin. Ini merupakan ancangan manusiawi terhadap
kepemimpinan, karena kita berurusan dengan perasaan dan sikap orang lain
ketimbang dimotivasi hanya oleh alasan-alasan pribadi. Kemampuan kepemimpinan
dinilai dari tindakan-tindakan. Jika seorang pemimpin tidak menghormati
karyawan dan memperlakukan mereka sebagai bagian penting dari perusahaan, maka
merekapun akan memperlakukan demikian.
Tindakan-tindakan seorang pemimpin harus mencerminkan sikap inovatif
terhadap usaha menaikkan efesiensi anda dalam apa pun yang dikerjakan. Coba
tetapkan standar prestasi yang tinggi bagi seorang pemimpin. Kebanyakan
karyawan mengikuti pola prilaku atasannya dalam organisasi perlu menunjukan
prestasi tinggi. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi, semakin
penting bahwa orang itu bertanggung jawab atas tindakan-tindakan pribadi dan
karyawannya.

Agar
menjadi seorang pemimpin yang efektif, seorang pemimpin harus mencoba menilai
segala sesuatu memlalui sudut pandang mereka yang anda pimpin. Sebelum anda
mengambil tindakan yang mempengaruhi staf anda, pertimbangkan bagaimana reaksi
mereka terhadapnya. Dalam pikiran, anda harus mampu menukar tempat dengan staf
dan berpikir seperti mereka.

Ciri-ciri
umum yang terdapat pada pemimpin yang orientasi-orangnya tinggi meliputi
hal-hal sebagai berikut;

·        
Mereka mengerti kebutuhan, tujuan-tujuan, nilai-nilai,
batas-batas, dan kemampuan mereka sendiri. Pengertian dan pengetahuan tentang
diri sendiri ini merupakan suatu prasyarat yang diperlukan untuk hubungan yang
baik dengan orang lain.

·        
Mereka peka terhadap kebutuhan orang lain: mereka
membatu orang untuk memenuhi kebutuhan ini melalui berkomunikasi dengan para
karyawan mereka, para pemimpin dapat mengarahkan usaha-usahannya secara lebih
efektif sehingga tujuan perusahaan dan kebutuhan karyawan, kedua-duanya
berjalan seiring.

·        
Mereka dapat menerima dan menghargai nilai-nilai dan
gaya hidup yang berlainan. Mereka menunjukan kemampuan dan kesediaan umum
berhubungan dengan orang-orang yang sama sekali berbeda dengan mereka.

·        
Mereka melibatkan para karyawan mereka dalam tujuan
perusahaan dengan memahami kebutuhan-kebutuhan mereka dan mendelegasikan
kekuasaan serta membagi eanggung jawab.

·        
Mereka memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik:
mereka mendengarkan, mengajukan pertanyaan- pertanyaan, berdiskusi dan debat, dan
menggunakan informasi yang mereka terima untuk mengarahkan dan melibatkan
karyawan mereka dalam tindakan yang efektif.

            3.3 Memimpin Dan Memotivasi

      Wirausaha merupakan motivator bagi
karyawan yang berhasil. Ada wirausaha yang memotivasi dengan contoh kerja keras
mereka saja. Namun motivator yang paling berhasil adalah wirausaha yang
orientasi-orangnya tinggi. Seorang pemimpin yang berorientasi-orangnya tinggi,
agar memberi motivasi kepada stafnya :

·        
Bangun harga diri karyawan, umunnya semakin tinggi
harga diri para karyawan semakin baik prestasi mereka dalam menyelesaikan tugas.
Karena itu, bangunlah keyakinan diri sendiri karyawan anda dengan jalan memuji
pekerjaan mereka yang baik dan dengan menunjukan bahwa anda mengharapkan usaha
yang terbaik dari mereka. Kebanyakan orang berusaha hidup sesuai dengan peranan
yang telah diberikan kepada mereka.

·        
Berilah informasi, coba beritahukan kepada karyawan
apa yang ingin dicapai, komunikasi yang baik dalam organisasi sangat penting.
Sedikit orang yang bersedia memberikan usaha-usaha mereka yang terbaik kecuali
jika mereka menyadari maksud dari pekerjaan mereka.

·        
Delegasikan kekuasaan dan tanggung jawab. Pemimpin
yang baik tahu bagaimana mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab. Tugasnya
adalah mencapai hasil, namun tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Sebagai
pemimpin haruslah mampu percaya pada orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan
perusahaan. Staf anda harus mengetahui tidak saja pekerjaan apa yang ingin
dicapai, melainkan juga mengerti bagaimana pekerjaan itu harus dicapai.

·        
Membina kontak, gunakan kemmapuan kepemimpinan untuk
membina kontak pribadi dengan kolega dekat. Ingatlah akan ciri-ciri pribadi,
kemampuan dan potensi mereka. Melalui kontak pribadi ini anda mampu memanfaatkan
bakat-bakat setiap orang dengan sangat efesien.

·        
Analisis problemnya, bukan orangnya jangan menyindir
seolah-olah rendahnya prestasi merupakan petunjuk dari “sikap yang tidak baik”
atau tidak ada perhatian dalam pekerjaan. Pusatkan perhatian pada problem.

·        
Tetapkanlah prinsip pengukuhan, bukanlah imbalan pada
perilaku yang anda anggap baik, karena orang cenderung mengulangi perilaku yang
diberi imbalan jangan beri imbalan kepada prilaku yang tidak pantas, karena
orang cenderung untuk tidak mengulangi perilaku yang tidak diberi imbalan.

·        
Jadilah seorang pendengar aktif, mendengar secara
aktif menghendaki bahwa anda memberikan umpan baik kepada lawan bicara anda
secara eksplisit. Dalam pembicaraan dari hati ke hati, pentinglah bahwa tidak
saja memberi umpan balik mengenai isi pembicaraan tetapi juga tenteng perasaan
atau sikap yang terungkap waktu itu.

·        
Tetapkan tujuan-tujuan khusus dan tinjaulah itu secara
teratur. Tetapkan tujuan-tujuan khusus yang dapat dipahami dengan jelas dan dapat
diukur. Pastilah bahwa pihak-pihak yang terlibat memahami tujuan itu dan
percaya bahwa mereka dapat diukur. Pastikan bahwa pihak-pihak yang terlibat
memahami tujuan-tujuan itu dan percayalah bahwa mereka dapat mencapainya.

·        
Lakukan tindakan korelatif, jika anda menangani aspek
negative tertentu dan prestasi seseorang karyawan, anda mesti bicara empat mata
dengan karyawan itu. Jangan pernah menegur seseorang karyawan di depan orang
lain. Jika seorang karyawan telah melakukan kesalahan, anda harus melalukan
tindakan korekatif, tetapi jangan sampai tindakan melukai perasaan mereka atau
mempermalukan mereka.

Tindakan kepemimpinan mempunyai kemampuan mengambil tindakan dan
mencapai hasil. Meskipun “kemajuan lambat” kita haruslah berusaha mencapai
tujuan-tujuan khusus setiap hari. Semakin lama menekuni pekerjaan sekarang
semakin besar kemungkinan anda telah mengembangkan kebiasaan-kebiasaan tertentu
dan kerutinan. Anda akan tercengan jika mengetahui betapa banyak hal yang telah
anda lakukan tidak produktif. Tulislah segala cara yang mungkin yang dapat
meningkatkan efisiensi pribadi anda selama dua minggu mendatang.

 

4            
KESIMPULAN  

      Dari
sifat hakikat kegiatan-kegiatan, para wirausaha adalah pemimpin.
Pemimpin-pemimpin yang orientasi-orangnya efektif sangat terampil dalam
memotivasi dan berkomunikasi dan berkomunikasi dengan karyawan mereka. Mereka
memahami kebutuhan-kenutuhan karyawan mereka dan gigih melibatkan karyawan
mereka dalam mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

       Kepemimpinan, bagi seorang kewirausahan, adalah modal yang sama
pentingnya dengan kepercayaan dan kreativitas. Kreativitas yang tinggi membuat
anda inovatif dan adaptif, kaya dengan pembaharuan dan tidak mudah dihambat
oleh kejadian-kejadian dari luar. Kepemimpinan menggabungkan kreativitas dan
kepercayaan menjadi sebuah usaha yang efiktif, yang berpengaruh luas dan hidup.

Sebelum usaha yang dibangun tanpa
kepemimpinan yang kuat hanya akan menjadi usaha kecil yang stagnant (tidak
berkembang). Anda hanya mampu memimpin sedikit orang dari usaha kecil dan tidak
ada pertumbuhan usaha. Tanpa kepemimpinan, tidak ada orang hebat yang bekerja
pada anda karyawan anda tidak betah bekerja sama dengan anda, dan pengetahuan
atau pengalaman yang sudah anda tanam, hilang bersama kepindahan mereka. Tanpa kepemimpinan,
tidak ada visi besar yang dapat dibangun menjadi sebuah usaha besar.

 

 

5            
REFERENSI

Dr.
Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto. 2009. Entrepreneurship
Menjadi Pembisnis Ulung, PT Elex Media Komputindo.

Ria
Agustina, 2009, Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Kreativitas Karyawan:
Analisis Pengaruh Mediasi Pemikiran Kreatif dan Motivasi Intrinsik pada
Karyawan di Industri Media.

Timpe,
Dale, 2002, Seri Manajemen Sumber Daya Manusia – Kepemimpinan, PT Elex Media
Komputindo, Jakarta

Geoffrey G.
Meredith et al. 2002 Seri Manajemen Strategi 1, Kewirausahaan Teori dan Praktek

 

 

 

 

 

x

Hi!
I'm Mack!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out