Seiring ditawarkan oleh keduanya sama sama jasa angkutan.

Seiring
dengan perkembangan zaman dan teknologi, hal tersebut berdampak kepada
kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek, salah satunya dalam aspek
transportasi. Transportasi sendiri berperan penting bagi masyarakat untuk
melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Saat ini masih
terdapat transportasi umum yang bersifat konvesional, konvesional yang dimaksud
disini sebagai contohnya adalah jika kita ingin naik taksi kita harus
mendatangi langsung pangkalan transportasi tersebut atau menunggu dipinggir
jalan. Hal itu sangat menghabiskan waktu dan tidak efektif, oleh karena itu
muncul terobosan transportasi berbasis online yang mulai marak sejak tahun 2014,
seperti Gojek, Grab, dan Uber. Transportasi online menggunakan aplikasi sebagai
media yang dapat diunduh di ponsel pintar. Saya sebagai orang yang tidak bisa
mengendarai kendaraan dan tidak memiliki kendaraan tentu menyetujui hadirnya
transportasi berbasis online ini, tapi dengan hadirnya terobosan ini tidak memberikan
solusi bagi semua orang secara langsung. Karena adanya pro dan kontra dari para
supir taksi konvesional dan ojek pangkalan, mereka merasa hadirnya transportasi
online ini mengambil penumpang mereka dikarenakan tarif yang ditawarkan lebih
murah. Pemerintah pun tidak bisa berbuat banyak karena belum adanya payung
hukum untuk transportasi online ini.

Tujuan

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Menyelesaikan
tugas UAS Semester 1 dari mata kuliah Critical Thinking bertemakan pro dan
kontra pemberian izin  dari pemerintah
kepada transportasi online.

Pertanyaan

1.      Kelebihan
apa saja yang dimiliki transportasi online hingga lebih unggul ?

2.      Dampak
apa yang ditimbulkan bagi masyarakat dari hadirnya transportasi berbasis
online?

3.      Mengapa
beberapa supir transportasi konvesional tidak ikut bergabung dengan perusahaan
transportasi online?

4.      Bagaimanakah
peran pemerintah dalam menyikapi hadirnya transportasi berbasis online?

Isi

Sebagai
konsumen tentu saja mereka lebih memilih harga yang lebih murah lagi pula jasa yang
ditawarkan oleh keduanya sama sama jasa angkutan. Untuk menarik lebih banyak
pelanggan, perusahaan transportasi online bahkan menyediakan promo tarif
angkutan, hingga dari tarif yang memang sudah murah menjadi semakin murah.
Tidak hanya menyediakan jasa angkutan, salah satu perusahaan transportasi yaitu
Go-Jek bahkan menyediakan 16 tambahan layanan jasa di dalam aplikasi Go-Jek, contohnya
seperti Go-Send yaitu layanan mengirimkan barang, Go-Car yaitu jasa angkutan
menggunakan mobil, Go-food yaitu layanan pemesanan makanan, Go-Tix yaitu
layanan pemesanan tiket bioskop sehingga kita tidak perlu mengantri untuk tiket
bioskop, Go-Clean yaitu layanan membersihkan rumah, dan masih banyak lagi
layanan jasa lainnya. Kebanyakan layanan merupakan kebutuhan sehari hari dari
masyarakat. Saya sendiri kerap menggunakan layanan Go-Jek untuk berpergian dan
memesan makanan lewat Go-Food bahkan pernah memesan obat lewat Go-Med. Membayar
pun tidak harus menggunakan uang tunai, kita dapat membayar biaya lewat Go-Pay
di Go-Jek, Go-Pay adalah cara pembayaran dengan menggunakan voucher. Dengan membayar menggunakan
Go-pay, para pelanggan akan mendapatkan feedback  dalam bentuk Go-Points yang dapat kita
tukarkan dengan hadiah yang ditawarkan oleh Go-Jek seperti voucher makanan dan
voucher potongan harga. Dengan hadirnya perusahaan transportasi online ini pun
dapat mengurangi jumlah pengangguran, beberapa teman saya pun bergabung sebagai
mitra kerjanya. Jam kerjanya pun cenderung fleksibel dan tidak mengikat. Tetapi
para mitra ojek ini pun tetap memiliki target penumpang yang harus dicapai
dalam satu harinya. Jika mereka berhasil memenuhi target penumpang, mereka akan
mendapatkan bonus dari perusahaan. Go-Jek memiliki standar sendiri dalam
penilaian kinerja pegawainya, yaitu dengan cara pemberian rating oleh pelanggan setiap selesai melakukan transaksi.

Walaupun
begitu tidak semua orang berpikir bahwa perusahaan transportasi berbasis online
ini merupakan solusi yang baik contohnya masih ada supir taksi yang tidak mau
bergabung dan kemudian membuat demo menentang kehadiran mereka. Demo dilakukan
karena sejak hadirnya transportasi online ini pendapatan mereka berkurang
drastis. Menurut para supir transportasi online ini belum mematuhi peraturan,
tidak membayar pajak, mobil yang digunakan pun plat mobilnya dari luar kota
sehingga tidak adil bagi mereka.1 Karena ada terus
menerusnya terjadi demonstrasi yang menentang hadirnya transportasi berbasis
online, pihak pemerintah pun meresmikan undang-undang yang mengatur
beroperasinya transportasi online. Peresmian ini dilakukan agar adanya kesamaan
hak antara supir taksi konvesional dengan supir transportasi berbasis online. Undang
undang tersebut  berupa Peraturan Menteri
(PM) No. 32 tahun 2016, yang telah ditandatangani Menteri Perhubungan, Ignasius
Jonan, pada 1 April 2016, dan telah resmi berlaku pada 1 Oktober 2016. Walaupun
sudah memiliki izin, para perusahaan transportasi dikenakan beberapa syarat.
Pertama, perusahaan harus mempunyai paling sedikit lima kendaraan dengan bukti STNK
atas nama perusahaan, memiliki tempat penyimpanan kendaraan, menyediakan
fasilitas bengkel, dan mempekerjakan pengemudi yang memiliki SIM. Kedua,
perusahaan harus memiliki badan hukum Indonesia. Sementara, untuk plat
kendaraan, Kemenhub menyatakan angkutan berbasis aplikasi online menggunakan
plat hitam, karena perusahaan tersebut memilih jenis angkutan sewa, tidak taksi
(angkutan umum). Setelah mendapatkan izin, perusahaan transportasi akan
mendapatkan kartu pengawasan dan jika perusahaan melanggar syarat maka kartu
pengawasannya akan ditarik sehingga tidak dapat beroperasi selama 30 hari. Dengan
adanya undang-undang ini diharapkan dapat semakin mempermudah  pemesanan pelayanan jasa angkutan orang.2

x

Hi!
I'm Mack!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out